Banyak artikel berita yang sering menampilkan Judul terkait fenomena Lulusan
Sarjana yang tidak mendapatkan pekerjaan. Fenomena sarjana tidak dapat kerja disebabkan oleh keterbatasan lapangan kerja formal, ketidaksesuaian keahlian, persaingan
ketat di pasar kerja, Lulusan yang tidak terampil dan sebagainya. Fenomena
ini membuat banyak orang bertanya – tanya dan merenung mengenai fungsi dan
tujuan memperoleh Gelar Sarjana. Sebagai informasi, untuk mendapat gelar Sarjana
dibutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit. Beberapa Orang bahkan mempunyai
pendapat sebaiknya waktu itu digunakan untuk mencari pengalaman atau langsung
bekerja saja sedangkan biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh sarjana dapat
ditabung atau dijadikan modal usaha.
Banyak Cerita Orang Sukses tidak melewati Sarjana
Cerita sukses dari mereka yang berhasil tanpa harus menggunakan Gelar Sarjana tentu banyak sekali bertebaran di luar sana. Namun banyak juga mereka yang tidak sukses dan tidak pernah mendapatkan kesempatan untuk menceritakan kepada masyarakat. Informasi dan cerita yang kita ketahui kebanyakan hanya mereka yang sukses tanpa mengetahui berapa banyak peluangnya. Saya setuju bahwa Gelar sarjana tidak menjamin kesuksesan karena menurut saya ada berbagai faktor lainnya yang dapat mempengaruhi hal tersebut. Namun apakah anda sudah mempunyai alat atau cara untuk menjadi sukses dan mempertahankannya?. Bila sudah maka silahkan anda tempuh dan bila belum maka Pendidikan Sarjana merupakan salah satu “Peralatan” dan cara untuk memiliki peluang lebih besar untuk sukses.
Penggunaan Gelar Sarjana dalam kehidupan
Banyak Orang tua Jaman dahulu (kelahiran sebelum tahun 2000) yang tidak sampai jenjang Sarjana namun masih dapat hidup layak bahkan mewah dan mempunyai anak hingga cucu. Pada Tahun – Tahun lalu tersebut, jarang sekali yang memperoleh sarjana. Hanya beberapa orang tertentu saja dan sangat dianggap hebat serta berkemampuan lebih apabila memilikinya pada tahun itu. Syarat untuk bekerja pada saat itu belum seperti saat ini yang semakin selektif.
Di Tahun 2000an ke atas terutama di Tahun 2026. Gelar Sarjana sudah banyak dimiliki (Meskipun belum semuanya) oleh masyarakat Indonesia dan menjadi persyaratan mayoritas seleksi awal berbagai lowongan kerja meskipun di seleksi selanjutnya anda akan dites keterampilan maupun kelebihan lainnya yang dimiliki. Dengan memiliki sarjana, anda minimal lolos persyaratan seleksi dan peluang anda jauh lebih besar keterima dibanding yang tidak memenuhi persyaratan tersebut.
Gelar Sarjana sejauh ini masih dianggap sebagai bukti yang dapat dipercaya meskipun ada bukti alternatif lainnya seperti sertifikasi atau sertifikat dari Lembaga yang Terpercaya maupun Terakreditasi. Saya pribadi mengalami bahwa tidak semua keterampilan yang saya pelajari atau Sertifikat atau Gelar yang saya peroleh itu digunakan dalam pekerjaan harian saya. Namun Gelar Sarjana itu membantu saya mendapatkan pekerjaan pertama saya.
Kesimpulan - Peluang Untuk Sukses dan Tidak Sukses
Kesimpulannya setuju bahwa kesuksesan bisa diraih dari berbagai cara namun tidak semua orang sudah mengetahui cara tersebut. Bagi yang sudah memiliki caranya maka itu sangat bagus untuk anda lakukan atau tempuh di kehidupan. Meraih Gelar Sarjana merupakan salah satu pilihan dan cara yang dapat ditempuh untuk meraih kesuksesan. Namun harus diingat bahwa fokusnya jangan hanya mendapatkan Gelar Sarjana tetapi keterampilan yang dihasilkan dari Gelar Sarjana itu. Sarjana itu sebagai bukti bahwa anda telah lulus dan dianggap mampu mempunyai keterampilan atau keahlian sesuai bidang yang diambil.
Kesuksesan dari diri anda dan bagaimana anda menggunakan peralatan (Salah satunya Keterampilan dan Gelar Sarjana) yang dimiliki untuk meraihnya. Bilamana anda mempunyai peralatan yang bagus tapi anda tidak mau dan tidak tahu cara menggunakannya maka akan sia – sia serta tidak ada hasil yang tercapai. Namun tanpa ada peralatan, hasil yang anda inginkan bisa saja tercapai namun tentu tidak mudah dan kadangkala membutuhkan waktu dan tenaga yang lebih lama dibanding mereka yang memiliki peralatan. Sebagai contoh dua orang (Pihak A dan B) berencana mau memecahkan batu. Pihak A tidak mempunyai Palu sehingga untuk memecahkan batu tersebut dibutuhkan waktu 1-3 hari. Pihak B mempunyai Palu dan membutuhkan waktu 1-3 hari untuk mempelajari penggunaan palu dari ahlinya dan memecahkan batu tersebut. Waktu yang diperlukan bisa saja sama namun bisa berbeda tergantung pula bagaimana mereka melakukannya. Secara Teori, peluang Pihak B lebih besar untuk selesai lebih cepat dibanding Pihak A karena memiliki peralatan.
Gelar Sarjana dan proses perkuliahan ibarat alat yang dapat digunakan dalam kehidupan. Hal terpenting adalah anda harus mempelajari alat tersebut dengan baik dan membantu anda mencapai kesuksesan. Anda juga harus melihat dan memprediksi kondisi masa depan karena bisa jadi alat yang kita gunakan sudah tidak terpakai atau butuh alat lainnya sehingga kita juga harus selalu siap mencari perkembangan dari alat kita tersebut. Sebagai contoh sekarang menjadi manajer akuntansi tidak hanya harus Sarjana tetapi peluang akan lebih besar bagi mereka yang juga mengerti penggunaan software akuntansi, dan mempunyai sertifikasi Chartered Accountant (CA).
Keputusan ada di tangan anda dan silahkan menentukan mau memilih menempuh jalur sarjana atau mungkin anda sudah memiliki cara (Jalur) anda sendiri untuk sukses di kehidupan.
Semoga informasi dan artikel ini dapat memberikan inspirasi bagi anda. Semangat !
Senin, 27 Juli 2026
Juan Carlos Pangestu, S.E., M.Ak
Akademisi, Peneliti, Konten Creator dan PebisnisDISCLAIMER
- Bukan Layanan Profesional: Seluruh materi dan konten dalam tulisan ini ditujukan hanya untuk tujuan motivasi, refleksi diri, dan inspirasi umum. Penulis bukanlah seorang tenaga kesehatan jiwa, psikolog klinis, maupun psikiater.
- Bukan Pengganti Terapi: Informasi ini tidak ditujukan untuk mendiagnosis, mencegah, merawat, atau menggantikan peran konsultasi medis dan terapi psikologis profesional.
- Anjuran Perawatan Mental: Apabila Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami depresi berat, kecemasan mendalam, trauma, atau pikiran untuk menyakiti diri sendiri, mohon segera mencari perawatan profesional dengan berkonsultasi langsung ke psikolog, psikiater, atau fasilitas kesehatan jiwa terdekat.
Daftar Pustaka
Artikel merupakan Hasil Penelitian, Hasil Review , Karya/Opini Pribadi dan Penyaduran Informasi dari berbagai sumber. Penulis dan Asplace.id tidak dapat digugat maupun dituntut atas segala pernyataan, kekeliruan, ketidaktepatan atau kekurangan dalam setiap konten yang disampaikan. Harap memverifikasi kembali segala informasi yang didapatkan. Penulis dan AsplaceID berusaha memberikan informasi yang benar dan bermanfaat. Apabila ada kesalahan, mohon informasikan ke redaksi dan maka akan dilakukan perbaikan.
PERNYATAAN PENYANGKALAN / DISCLAIMER
Kebijakan Privasi (Privacy Policy)
Social Plugin