Investasi merupakan salah satu kegiatan yang penting dan memiliki beberapa manfaat diantaranya melindungi aset keuangan dari inflasi, menambah sumber pendapatan pasif, mewujudkan kebebasan finansial dan manfaat lainnya. Namun setiap orang tentu mempunyai kemampuan yang berbeda dalam berinvestasi. Berikut beberapa Instrumen Investasi yang dapat dilakukan bagi yang mampu menyimpan 1 (Satu) juta rupiah per bulan
Surat Berharga Negara Ritel (ORI, SBR, SR dan ST)
Pemerintah Indonesia menerbitkan empat jenis utama Surat Berharga Negara (SBN) Ritel untuk masyarakat, yang terbagi menjadi instrumen konvensional dan syariah. SBN Ritel yang bersifat konvensional adalah Obligasi Negara Ritel (ORI) dan Saving Bond Ritel (SBR). SBN Ritel yang bersifat syariah adalah Sukuk Ritel (SR) dan Sukuk Tabungan (ST). Surat Berharga Negara (SBN) Ritel pemerintah yang dapat diperdagangkan (tradable) di pasar sekunder adalah Obligasi Negara Ritel (ORI) dan Sukuk Ritel (SR). Kedua instrumen ini (ORI dan SR) memiliki karakteristik kupon tetap (fixed rate) dan dapat dipindahtangankan antar-investor domestik di pasar sekunder. Jenis Investasi ini dapat dimulai dari 1 (Satu) juta rupiah dan termasuk Instrumen yang risiko rendah karena jaminan dari negara (Pemerintah Republik Indonesia)
Deposito Bank Digital, Bank Umum ataupun BPR
Penyimpanan uang di Bank dalam bentuk deposito dapat memberikan suku bunga yang lebih besar dibandingkan hanya menaruh di rekening bank ataupun di rumah. Di tahun 2026 ini, banyak sekali pilihan suku bunga yang menarik dan berbagai jenis produk perbankan yang dapat dipilih sebagai tempat untuk berinvestasi. Pada umumnya, ada beberapa bank yang menawarkan suku bunga yang tinggi namun disarankan dalam berinvestasi harus mempertimbangkan berapa suku bunga yang dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Produk perbankan dengan Suku bunga yang melebihi batas penjaminan LPS tentu dikategorikan sebagai produk dengan tingkat risiko tinggi.
Reksadana (Pasar Uang, Pendapatan Tetap, Saham dll)
Reksa dana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal yang kemudian dikelola oleh Manajer Investasi profesional ke dalam portofolio efek seperti saham, obligasi, atau instrumen pasar uang. Instrumen ini sangat cocok bagi pemula karena modal awal yang terjangkau dan tidak memerlukan keahlian khusus. Mengutip dari website IDX.co.id Reksa Dana merupakan salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka. Reksadana sendiri memiliki beberapa jenis dan tingkat risiko diantaranya Reksa Dana Pasar Uang, Reksa Dana Pendapatan Tetap, Reksa Dana Saham, dan Reksa Dana lainnya. Investasi reksa dana saat ini dapat dimulai dari nominal yang sangat terjangkau, yaitu paling rendah Rp10.000 saja per transaksi. Ada juga reksadana yang harus dimulai dari nominal besar sehingga pilihlah yang sesuai dengan kemampuan anda.
Emas Digital dan Emas Fisik (Sepertiga Investasi, Sepertiga tabungan dan sepertiga alat lindung nilai / hedging).
Ada beberapa ahli keuangan maupun masyarakat yang tidak sependapat atau mengkritisi emas sebagai instrumen investasi karena emas dianggap sebagai aset non-produktif yang tidak menghasilkan arus kas, dividen, atau bunga, serta memiliki selisih harga jual-beli (spread) dan risiko penyimpanan fisik. Instrumen emas dianggap lebih cocok sebagai alat lindung nilai atau hedging. Terlepas dari Pro dan Kontra, saya memiliki sedikit pendapat yaitu apabila melihat dari sebagian definisi dan tujuan investasi yaitu untuk melindungi aset keuangan dari inflasi maka instrumen emas dapat dianggap sebagai investasi namun saya juga setuju bahwa emas tidak menghasilkan dividen ataupun bunga. Saya lebih setuju bahwa emas dikategorikan sebagai sepertiga investasi, sepertiga tabungan dan sepertiga alat lindung nilai / hedging (Tidak sepenuhnya sebagai investasi). Dalam perkembangannya, emas ditawarkan tidak hanya bentuk fisik namun juga bentuk digital bahkan ada beragam jenis penawaran kepemilikan produk emas lainnya. Harga emas yang tinggi juga membuat banyaknya produk penawaran yang dapat dijangkau dengan Satu Juta Rupiah seperti Tabungan emas digital, Cicilan emas digital atau emas di bawah 1 gram.
Pilihlah dengan bijak sesuai dengan tingkat risiko yang dapat anda terima. Semoga artikel ini memberikan manfaat yah.
Senin, 10 Agustus 2026
Juan Carlos Pangestu, S.E., M.Ak
Akademisi & Peneliti, Konten Creator
Daftar Pustaka
https://djppr.kemenkeu.go.id/sbnritel
https://www.idx.co.id/id/produk/reksa-dana
https://naveesgold.id/emas-investasi-atau-hedging/
https://pegadaian.co.id/artikel/berita/bagaimana-emas-membantu-manajemen-risiko-keuangan
Artikel merupakan Hasil Penelitian, Hasil Review , Karya/Opini Pribadi dan Penyaduran Informasi dari berbagai sumber. Penulis dan Asplace.id tidak dapat digugat maupun dituntut atas segala pernyataan, kekeliruan, ketidaktepatan atau kekurangan dalam setiap konten yang disampaikan. Harap memverifikasi kembali segala informasi yang didapatkan. Penulis dan AsplaceID berusaha memberikan informasi yang benar dan bermanfaat. Apabila ada kesalahan, mohon informasikan ke redaksi dan maka akan dilakukan perbaikan.
PERNYATAAN PENYANGKALAN / DISCLAIMER
Kebijakan Privasi (Privacy Policy)
Social Plugin