Kegiatan konsumsi makanan merupakan kegiatan paling mendasar bagi setiap
individu untuk bertahan hidup, mendapatkan energi, dan menjaga kesehatan tubuh.
Mayoritas individu akan melakukan kegiatan ini setiap hari agar dapat
mempertahankan kelangsungan hidupnya. Makanan dapat didapatkan dengan membuat
sendiri (Kegiatan memasak) atau apabila tidak memiliki waktu dan ada
keterbatasan lainnya, maka dapat dilakukan dengan membeli makanan buatan orang
lain. Kegiatan usaha memproduksi, mengolah, dan memasarkan produk makanan serta
minuman kepada konsumen demi mendapatkan keuntungan sering disebut juga Bisnis
kuliner makanan
Bisnis kuliner makanan di tahun 2026 sering menjadi pilihan utama atau cadangan saat terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) atau saat sulit mencari pekerjaan formal atau ketika seseorang sudah memasuki masa pensiun. Ada juga yang memang ingin menekuni dan berfokus bisnis kuliner sejak awal karir atau berbisnis. Ada sebuah asumsi bahwa bisnis makanan terlihat mudah dan menggoda karena permintaan pasar selalu ada (semua manusia butuh makan) dan modal awal bisa dimulai dari skala kecil atau rumahan, resep harian atau menu rumahan bisa dijual tanpa alat rumit, serta potensi putaran uang yang cepat dan keuntungan berlipat ganda jika banyak pembelinya. Asumsi tersebut tidak salah namun harus diingat semua orang punya pikiran dan pengetahuan yang sama sehingga dalam bisnis kuliner makanan saat ini di tahun 2026 banyak sekali penjual atau pelaku bisnisnya. Semua orang mencoba bisnis ini karena faktor yang telah disebutkan sehingga membuat persaingan pasar bisnis makanan yang sangat ketat dari mulai skala mikro, kecil, menengah dan besar.
Menurut artikel di ekraf.go.id (Diakses 16 agustus 2026), Sub sektor kuliner memberikan kontribusi yang cukup besar, yaitu 30% dari total pendapatan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Sebagai salah satu mesin utama ekonomi kreatif Indonesia, kuliner menjadi subsektor unggulan yang dipilih sebagai lokomotif kebangkitan ekonomi kreatif Indonesia. Berbekal inovasi dari pelakunya, dan dukungan penuh teknologi di era digital ini, pelaku kuliner Indonesia siap bersaing di tengah ketatnya kompetisi di pasar lokal, regional, maupun dunia.
Ada beberapa bisnis kuliner makanan yang sangat berkembang karena mereka mampu beradaptasi dengan keinginan konsumen yang menjadi targetnya, memiliki ciri khas tertentu dan berada di lokasi yang tepat. Namun banyak juga bisnis jenis ini yang berkembang di 1-3 tahun awal namun tidak lama mulai menurun hingga tutup di tahun – tahun berikutnya. Beradaptasi dalam bisnis makanan sangat sulit karena selera pasar dan konsumen cepat sekali berubah, mudah bosan, dan sangat bergantung pada viralitas media sosial. Di sisi lain pelaku usaha sering sulit mengikuti tren makanan dan perubahan selera tersebut karena keterbatasan modal, perubahan selera konsumen yang terlalu cepat, kebutuhan alat – alat produksi yang baru, sumber daya manusia yang terbatas dan risiko sisa stok produk lama yang terbuang.
Banyak juga pelaku usaha kuliner atau jualan makanan tidak memiliki konsep perencanaan maupun pelaksanaan yang matang. Mereka mampu membuka usaha dengan modal yang tidak sedikit namun tidak menjaga kualitas produk maupun pelayanan. Padahal kedua faktor tersebut merupakan yang sangat penting karena ketika dirasa kualitas produk dan layanan tidak sesuai dengan harga yang diberikan maka konsumen akan segera pindah dan tidak akan membeli produk tersebut lagi selamanya.
Bagi yang ingin mencoba bisnis kuliner di Tahun 2026, Anda disarankan untuk riset pasar dan konsumen terlebih dahulu. Dalam bisnis kuliner, ada penjual yang menggunakan strategi bisnis hit and run dimana strategi berfokus pada memanfaatkan produk atau tren viral untuk keuntungan jangka pendek. Secara sederhana penjual masuk ke pasar dengan cepat saat tren sedang naik, mendapatkan keuntungan maksimal, lalu keluar sebelum tren tersebut menurun. Ada juga penjual yang memiliki strategi untuk bertahan lama (Long-Term Sustainability ) di suatu pasar. Pada umumnya penjual dengan strategi ini akan berusaha agar produk maupun merknya dapat bertahan dalam waktu lama, tetap memiliki keunikan dan tidak hanya sekedar mengikuti tren yang berkembang di pasar.
Di tahun 2026 ini, bagi yang ingin memulai bisnis kuliner harus mulai mengikuti teknologi dan eksis di media sosial karena pola di masyarakat sudah beralih ke dunia digitalisasi. Kolaborasi antara media sosial dan bisnis kuliner adalah sinergi di mana platform digital seperti Website, Instagram, TikTok, dan YouTube menjadi penggerak utama pemasaran, pembangunan citra merek (branding), serta peningkatan penjualan melalui konten visual, kerja sama konten kreator, dan tren yang sedang naik daun. Ada beberapa bentuk kolaborasi diantaranya Menciptakan varian menu edisi terbatas hasil kerja sama antara pemilik brand kuliner dan figur publik atau influencer, Endorsement & Review Kreator demi mendongkrak kepercayaan konsumen dan bentuk lainnya.
Kesimpulannya bisnis kuliner di tahun 2026 masih memiliki potensi besar meskipun pelaku bisnis atau usahanya juga banyak. Teknologi dan Media sosial menjadi suatu faktor yang penting untuk menarik konsumen atau sarana untuk mempromosikan bisnis kuliner anda. Namun yang terpenting adalah menjaga kualitas produk dan pelayanan dalam bisnis kuliner anda. Demikian ulasan ini dan semoga bermanfaat.
Dirangkum, dianalisa dan ditulis dari berbagai sumber oleh :
Minggu, 16 Agustus 2026
Juan Carlos Pangestu, S.E., M.Ak
Akademisi, Peneliti dan Konten Creator
Daftar Pustaka
https://foodizz.id/artikel/6-strategi-sukses-social-media-untuk-bisnis-kuliner
https://ekraf.go.id/creative-category/kuliner
https://hub.ekraf.go.id/etalase-kreatif/kuliner
Artikel merupakan Hasil Penelitian, Hasil Review dan Penyaduran Informasi dari berbagai sumber. Penulis dan Asplace.id tidak dapat digugat maupun dituntut atas segala pernyataan, kekeliruan, ketidaktepatan atau kekurangan dalam setiap konten yang disampaikan. Apabila ada kesalahan, mohon informasikan ke redaksi dan maka akan dilakukan perbaikan.
PERNYATAAN PENYANGKALAN / DISCLAIMER
Kebijakan Privasi (Privacy Policy)
Social Plugin