Kesulitan membagi waktu seringkali dialami oleh semua tingkatan umur.
Banyak keinginan, kebutuhan dan kewajiban yang dimiliki individu seringkali
menimbulkan kesulitan tersebut. Mulai dari kelompok usia anak-anak, remaja,
orang dewasa, hingga lansia. Setiap kelompok usia memiliki beban dan tantangan
hidup yang berbeda, tetapi semuanya sering merasa waktu dalam sehari terasa
kurang dan banyak kegiatan yang tidak terlaksana ataupun
lupa dikerjakan.
Siswa dan Mahasiswa sering kesulitan membagi waktu antara kegiatan belajar dan bermain sehingga seringkali menyebabkan stress maupun tekanan hidup yang tinggi. Kesulitan dan kegagalan pembagian waktu ini juga menyebabkan beberapa aktivitas gagal ataupun lupa untuk dilaksanakan karena benturan waktu dengan aktivitas atau kegiatan lainnya. Sebagai contoh, siswa dan mahasiswa lupa mengerjakan tugas dari pengajarnya karena asik bermain game atau tidak hadir dalam kegiatan belajar karena sibuk dengan pekerjaan maupun aktivitas lainnya.
Di Tahun 2026 banyak deretan konser besar dari musisi nasional, konser K-Pop, hingga artis internasional ternama. Banyak juga event seperti Piala Dunia Sepakbola 2026, festival Seni Budaya, maupun event olahraga dan lainnya. Tentu kegiatan dan event tersebut sangat menarik terutama bagi siswa hingga mahasiswa yang mayoritas berada dalam kategori usia muda. Hal tersebut tidak salah karena saat usia muda memang masa individu untuk mencari Kebutuhan Aktualisasi Diri dan Identitas. Saat usia muda, individu akan berburu Pengalaman (Experience-Oriented) dan mencari komunitas maupun koneksi baru yang sesuai dengan dirinya.
Usia muda adalah Usia terbaik untuk mencari ilmu, mengasah keterampilan, dan membangun masa depan. Belajar memberikan fondasi hidup yang kuat, sementara bermain dan hiburan seperti menonton konser, bermain game dan mengikuti event lainnya merupakan sarana bersosialisasi dan melepas kelelahan. Namun bermain bisa dinikmati secara bijak pembagian waktunya tanpa harus mengorbankan prioritas utama dan masa depan anda.
Belajar dan bermain keduanya merupakan hal yang penting dan harus dilakukan secara bijak. Belajar terus tanpa bermain itu tidak baik karena otak dan fisik butuh istirahat. Tanpa jeda, seseorang bisa cepat stres, lelah, jenuh, dan justru menurunkan daya tangkap saat belajar. Begitupun sebaliknya, bermain terus tanpa belajar memang tidak baik karena bisa membuat waktu terbuang sia-sia, menghambat perkembangan kemampuan berpikir, dan membuat seseorang tertinggal dalam meraih masa depan yang sukses. Kedua hal ini sebenarnya tidak hanya di usia muda namun harus dilakukan sepanjang usia.
Usia muda adalah Usia terbaik untuk mencari ilmu, mengasah keterampilan, dan membangun masa depan. Belajar memberikan fondasi hidup yang kuat, sementara bermain dan hiburan seperti menonton konser, bermain game dan mengikuti event lainnya merupakan sarana bersosialisasi dan melepas kelelahan. Namun bermain bisa dinikmati secara bijak pembagian waktunya tanpa harus mengorbankan prioritas utama dan masa depan anda.
Berikut beberapa tips bagi siswa hingga mahasiswa untuk membagi waktu belajar dan bermain di Tahun 2026.
Buat Waktu & Jadwal Realistis antara Belajar dan Bermain
Manajemen waktu merupakan salah satu faktor yang penting dimana disarankan menggunakan aplikasi kalender digital atau aplikasi lainnya untuk mengatur waktu anda setiap hari. Fitur pengingat dalam aplikasi akan membantu manajemen waktu anda. Kemudian tentukan jam untuk belajar dan jam bermain. Pastikan bahwa jam tersebut tidak saling berbenturan. Dahulukan sesuatu yang prioritas tapi jangan mengorbankan atau menghilangkan kegiatan lainnya. Sebagai contoh anda sedang mempersiapkan ujian maka waktu belajar dalam sehari (Misal 3-5 jam) harus lebih banyak dibandingkan waktu bermain (Misalkan 1 – 2 jam). Begitupun sebaliknya, misal anda sedang mood tidak bagus maka anda boleh waktu bermain lebih banyak (Misalkan 3 - 5 jam) dan tidak boleh menghilangkan waktu belajar (Misal jadi 1 jam). Anda harus membuat waktu dan jadwal yang realistis untuk dijalankan. Jangan langsung ekstrem dan usahakan berjenjang serta perlahan penerapannya.
Buat Target, Batasan dan Reward ketika Belajar maupun Bermain.
Pembuatan target dan batasan akan membantu anda untuk mengatur pembagian waktu. Dalam hal ini, berikan target dan batasan yang harus dicapai dalam periode waktu tersebut misalkan saya harus membaca dan memahami satu bab atau beberapa topik pelajaran dalam periode waktu tersebut. kemudian setelah itu saya harus berhenti belajar. Tujuan dibuatnya target dan batasan adalah untuk membantu anda dalam menahan keinginan, godaan atau rasa bosan yang dapat muncul. Penerapan reward (penghargaan) dalam mencapai target belajar adalah strategi penguatan positif untuk meningkatkan motivasi, fokus, dan semangat seseorang. Hadiah atau apresiasi sebaiknya diberikan jangan dalam periode yang singkat karena terlalu sering atau dalam waktu yang sangat singkat memang bisa menurunkan nilai maknanya.
Mencari Dukungan Keluarga atau Profesional di Lembaga Pendidikan
Ketika anda belum mampu atau belum mempunyai kesadaran dalam manajemen waktu belajar dan bermain, Dukungan Keluarga dan Profesional di Lembaga Pendidikan (Guru, Dosen, Bimbingan Konseling, dst) dapat membantu anda mengatur waktu belajar dan bermain yang efektif. Dukungan dapat dilakukan dengan cara menyiapkan tempat belajar, membantu proses belajar dan bermain, membatasi gangguan dan memberikan motivasi maupun bimbingan konseling.
Berada di Lingkungan yang Mendukung ke Arah Positif
Tips terakhir bagi siswa hingga mahasiswa untuk membagi waktu belajar dan bermain di Tahun 2026 adalah carilah lingkungan yang membantu kamu untuk merealisasikan tips lainnya yang telah disebutkan di atas. Lingkungan sangat penting karena akan sangat mempengaruhi pola pikir, perasaan dan keputusan yang diambil. Jauhkan diri dari teman – teman atau lingkungan yang tidak sejalan dengan perubahanmu ke arah yang positif. Hal ini akan membantu menjaga fokus, energi positif, dan konsistensi dalam membangun kebiasaan baru kamu yang lebih baik.
Demikian artikel ini dan semoga informasi ini bermanfaat.
Senin, 17 Agustus 2026
Juan Carlos Pangestu, S.E., M.Ak
Akademisi, Peneliti dan Konten Creator
Daftar Pustaka
https://cintakasihtzuchi.sch.id/tips-memanfaatkan-waktu-luang/
https://www.geriatri.co.id/artikel/3263/belajar-di-usia-senja-pelan-dalam-dan-penuh-makna
https://www.halodoc.com/artikel/mengenal-lingkungan-toxic-ciri-dan-dampaknya?
https://www.smpn2waru.sch.id/index.php?id=artikel&kode=2
Artikel merupakan Hasil Penelitian, Hasil Review dan Penyaduran Informasi dari berbagai sumber. Penulis dan Asplace.id tidak dapat digugat maupun dituntut atas segala pernyataan, kekeliruan, ketidaktepatan atau kekurangan dalam setiap konten yang disampaikan. Apabila ada kesalahan, mohon informasikan ke redaksi dan maka akan dilakukan perbaikan.
PERNYATAAN PENYANGKALAN / DISCLAIMER
Kebijakan Privasi (Privacy Policy)
Social Plugin